Ikuti Twitter Sazukers untuk Informasi Terbaru

Borobudur Adalah Kalender Raksasa Yang Baru Terungkap

Borobudur Adalah Kalender Raksasa Yang Baru Terungkap 


Kemegahan dan keindahan Candi Borobudur sudah tidak usah kita ragukan lagi, candi yang sempat masuk ke dalam 7 kejabian di dunia ini memang namanya sudah terkenal di seluruh dunia. Candi ini juga menarik perhatian turis mancanegara yang ngin melihat kemegahan candi ini apalagi bila ada upacara perayaan hari raya Waisyak, penganut agama Budha biasanya sering merayakan hari raya Waisyak di Candi Borobudur. 


Namun di balik semua itu ada fakta yang menarik, menurut para ilmuwan astronomi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Stupa utama candi ini adalah penanda waktu atau biasa di sebut gnomon, yang menggunakan bantuan sinar matahari, fakta ini juga memperjelas bahwa nenek moyang kita dulu sudah memgenal namanya ilmu astronomi. 

"Kalau kita berdiri diatas puncak stupa lalu melihat ke arah pintu timur pada 21 maret dan 21 september, kita melihat matahari muncul melewati pintu itu. Sampai akhirnya bergeser 23,5 derajat ke utara atau selatan. Itu kalau dari katulistiwa. Kemudian posisi Borobudur itu kan 7 derajat Lintang Selatan. Itu di koreksi dengan letak stupa-stupa itu" Ungkap Endang Soegiartini, Dosen Astronomi ITB. 

Jumlah stupa di candi Borobudur juga melambangkan ilmu astronomi, stupa candi Borobudur berjumlah 4x365 di tambah satu stupa yang berada di puncak. Jumlah ini seperti jumlah hari dalam setahun dan satu hari tambahan di setiap empat tahun sekali atau biasa di sebut tahun Kabisat. "Jadi Candi Borobudur itu adalah kalender raksasa" Ungkap Endang kembali. 


Ada satu lagi yakni, dari puncak stupa Candi Borobudur bisa terlhat bintang polaris, bintang ini tidak pernah tenggelam sehingga bisa di gunakan untuk penunjuk arah, namun seiring dengan pencemaran lingkungan apalagi di langit membuat bintang polaris saat ini sangat sulit di temukan. 

Related Posts:

0 Response to "Borobudur Adalah Kalender Raksasa Yang Baru Terungkap "

Posting Komentar